Postingan

DR. I WAYAN EKADINA,SE,M.Si

Gambar
Sejahterakan Anggota Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali DR. I Wayan Ekadina,SE,M.Si dalam kesempatan menghadiri Rapat Anggota Tahunan   KSP Duta Sejahtera, Sabtu 15 Pebruari 2025 menegaskan   koperasi bertujuan mensejahterakan anggota. Karena itu para pengelola harus bekerja jujur untuk melayani anggota dan membawa mereka kepada kesejahteraan social ekonominya. Sosok DR. I Wayan Ekadina,SE,M.Si adalah Kadiskop UKM Provinsi Bali yang mengemban tugas sejak 1 April 2022 menggantikan Kadiskop UKM Bali periode 2019-2022 Drh. I Wayan Mardiana. Pria kelahiran Padangsambian Denpasar Barat   11 Desember 1970 ini adalah birokrat   asal desa Padangsambian Kelod Kecamatan   Denpasar Barat. Sebelum mengemban tugas di Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, beliau menjabat sebagai Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Provinsi Bali. Kadiskop UKM Provinsi Bali I Wayan Ekadina dilantik oleh Gubernur Bali Dr. I Wayan Kost...

Pengawasan Koperasi

Menurut data dari Kementerian Koperasi, jumlah koperasi di Indonesia terus mengalami peningkatan. Koperasi yang terdaftar sampai Juli 2024 bertambah   1.500 unit sehingga totalnya menjadi 130.354 unit. Jumlah ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang percaya pada model ekonomi koperasi sebagai solusi untuk kesejahteraan bersama.         Namun ada kenyataan memerihkan. Selama periode 2019-2024 pemerintah telah membubarkan sedikitnya 82.000 unit koperasi karena sudah tidak aktif lagi. P embubaran tersebut adalah bagian dari upaya pemerintah dalam melakukan reformasi dan pembenahan kualitas koperasi. Data menunjukkan p ada tahun 2014 tercatat ada sekitar 209.488 unit koperasi.Namun jumlah ini berkurang menjadi 130.119 unit pada 2023. Angka 82.000 unit yang dibubarkan itu tentu tidak termasuk yang tidak aktif namun belum dibubarkan. Koperasi-koperasi baik yang dibubarkan maupun yang belum dibubarkan tetapi tidak aktif lagi tentu meny...

PUSKOPDIT BAG GELAR DIKLAT KOMPETENSI PENGUATAN KSP

Gambar
Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Bali Artha Guna (BAG)  menggelar Diklat Kompetensi Penguatan Koperasi  bagi para pengawas primer anggotanya. Diklat berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (28-29/05/2022) bertempat di lantai 3 ruang Diklat Puskopdit BAG.  Kegiatan Diklat ini dibuka resmi oleh Ketua Pengawas Puskopdit BAG Ir. Antonius Wayan Puger, MS. Dalam sambutannya Wayan Puger menegaskan tujuan Diklat ini adalah pertama; Peserta dapat melakukan evaluasi penerapan prinsip-prinsip organisasi dan manajemen Koperasi (PPOM) dan pemeriksaan kepatuhan  hukum yang  berkaitan dengan pengawasan koperasi. Kedua; Peserta dapat melakukan pengendalian internal, mengelola dan mengamankan aset  serta infrastruktur koperasi. Ketiga; Peserta dapat melakukan analisis laporan keuangan dan non keuangan  serta menyusun laporan pengawasan.  Para nara sumber adalah Tim Fasilitator Puskopdit BAG  yang sudah berpengalaman dalam kepengawasan koperasi. Sedangk...

Sambutan Ketua Pengurus Puskopdit Bali Artha Guna

Gambar
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, karena atas penyertaan-Nya Puskopdit Bali Artha Guna mampu merayakan pesta perak pada tahun 2020 ini. Kelahiran Puskopdit Bali Artha Guna ini diawali dengan berdirinya SPD (Silang Pinjam Daerah) Denpasar pada tanggal 20 Desember 1995. Kelahiran SPD ini dibidani oleh sebuah lembaga yang bernama Biro Konsultasi Koperasi Kredit Keuskupan Denpasar (BK4D) dengan Bapak F.X. Wayan Geria sebagai ketua. Mewakili pengurus Puskopdit Bali Artha Guna saat ini, saya ingin memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para pendiri Puskopdit Bali Artha Guna yang kini telah memiliki 19 anggota koperasi primer. Tahun 2020 menjadi momentum bersejarah bagi Puskopdit Bali Artha Guna dimana pada tahun ini ketika Puskopdit Bali Artha Guna genap berusia 25 tahun, dunia digemparkan dengan pandemi Covid-19 yang mampu melumpuhkan sendi-sendi kehidupan bernegara dalam beberapa waktu, termasuk di Indonesia dan Bali secara khusus. Tak dapat di...
Gambar
  Pater Heinrich Bollen,SVD dan Credit Union   Sosok Pater Heinrich (Hendrikus) Bollen, SVD   dikenal luas oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur. Di kalangan orang Sikka, ia lebih   akrab disapa Tuan Bollen. Imam Serikat Sabda Allah (SVD) ini lahir di Landstuhl Jerman pada 2 Juli 1929 dari pasangan   ayah Johann Bollen dan ibu Katharina Letheiser. Setelah menyelesaikan SMA ia merasa terpanggil menjadi imam. Ia masuk novisiat Serikat Sabda Allah (SVD) dan pada 15 Mei 1958   ditahbiskan menjadi imam katolik. Pater Bolleh lalu dikirim ke tanah missi di Indonesia pada 14 Agustus 1959. Tahun 1960-1962 ia menjadi Pastor Pembantu Paroki St. Yoseph Maumere (Kini Kathedral St. Yoseph)   sambil belajar bahasa Indonesia. Setelah   fasih bahasa Indonesia   maka tahun 1962 sampai 1974 ia diberi kepercayaan oleh Uskup Agung Ende   sebagai Pastor Paroki Watublapi Kevikepan Maumere.   Selama berkarya di Watublapi inilah karya Pater Bollen...

Usia Perak Puskopdit Bali Artha Guna

Gambar
Acta Est Fabula, apa yang terjadi adalah sebuah kisah. Kata-kata terakhir Kaisar Agustus ini mungkin cocok untuk disematkan kepada Puskopdit Bali Artha Guna yang pada 20 Desember 2020 memasuki usia perak, 25 tahun. Apa yang telah terjadi sepanjang   25 tahun perjalanan Puskopdit Bali Artha Gu na adalah sebuah kisah, sebuah sejarah. Berawal dari berdirinya Silang Pinjam Daerah (SPD) Denpasar pada 20 Desember 1995 sejarah atau kisah Puskopdit Bali Artha Guna pun dirajut   sepanjang waktu 25 tahun. Silang Pinjam Daerah (SPD) lahir atas prakarsa   Biro Konsultasi Koperasi Kredit   Keuskupan Denpasar (BK4D) yang ketika itu diketuai oleh seorang tokoh awam katolik Frasiskus Xaverius Wayan Geria. Acta Est Fabula, apa yang terjadi adalah sebuah kisah, hal itu adalah kenyataan yang terjadi. Sebab setelah dua tahun Silang Pinjam Daerah (SPD) berubah nama menjadi Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah (BK3D) Bali Artha Guna. Kata Bali Artha Guna ini digagas oleh F.X. Wayan...

KSP MULIA SEJAHTERA TABANAN

Berinovasi Di Tengah Tantangan Koperasi Simpan Pinjam Mulia Sejahtera Tabanan   berdiri pada 2 Pebruari 2002   oleh sekelompok awam   di Paroki St. Maria Imaculata   Tabanan. Saksi sejarah Drs. Frans M. Patarruk,S.Pd menuturkan   koperasi ini   berdiri   dalam sebuah kesepakatan bersama sekitar 20 orang awam   dengan dukungan Pastor Paroki   waktu itu P. Robert Rewu,SVD. Koperasi ini didirikan sebagai jawaban atas keprihatinan yang mendalam   terhadap krisis ekonomi   1997   yang dampaknya sangat dirasakan oleh   masyarakat kecil. Dari catatan sejarah, pertemuan kelompok awam itu   dilaksanakan di garasi mobil kecil   Pastoran Paroki Santa Maria Imaculata Tabanan. Secara demokratis kelompok itu sepakat mendirikan sebuah lembaga keuangan dan   diberi nama Koperasi Mulia Sejahtera. Ada alasan teologis   dari pemberian nama tersebut bahwa   dari nama itu termaktub spiritualitas ...